PUISIKU
KENANGAN MANIS
Dulu, ada tawa selalu bersama menghias disisa waktuku
Bersama orang-orang terkasih, bersama dalam bahagia seolah akan abadi
Itu dulu
Setelah semua pergi ada sadar begitu dalam merasuk hingga menembus sumsum tulang
Aku cuma sendiri
Yang lain mati
Bahagia dulu mudahnya terganti dengan bulir-bulir bening dimataku
Karena aku cuma sendiri
Yang tersisa tak lagi peduli apa mauku dan apa keinginanku
Mereka mati
Dulu kita berbagi dalam satu cerita sama
Saling bangun dan saling kuatkan diri tapi apa
Dimana semua itu
Aku kini cuma sendiri
Semua telah kembali pada asal masing-masing
Dan aku tak bisa mencegah itu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar