Selasa, 08 Oktober 2013

PUISIKU

KENANGAN MANIS
Dulu, ada tawa selalu bersama menghias disisa waktuku
Bersama orang-orang terkasih, bersama dalam bahagia seolah akan abadi
Itu dulu
Setelah semua pergi ada sadar begitu dalam merasuk hingga menembus sumsum tulang
Aku cuma sendiri
Yang lain mati
Bahagia dulu mudahnya terganti dengan bulir-bulir bening dimataku
Karena aku cuma sendiri
Yang tersisa tak lagi peduli apa mauku dan apa keinginanku
Mereka mati
Dulu kita berbagi dalam satu cerita sama
Saling bangun dan saling kuatkan diri tapi apa
Dimana semua itu
Aku kini cuma sendiri
Semua telah kembali pada asal masing-masing
Dan aku tak bisa mencegah itu

Senin, 07 Oktober 2013

PERANAN ORANG TUA
 Begitu berartinya keberadaan orang tua dimata anak-anaknya. Seorang ayah yang mampu menjadi pengayom keluarganya, mencintai dan menyanyangi anak istri dengan tulus, setia pada satu tekad membanngun keutuhan keluarga, menciptakan keharmonisan yang dinamis, walau mungkin hanya berpenghasilan pas-pasan, setiap pulang kerja ada senyum dan sapaan buat istri dan anak tercinta, tiap sore meluangkan waktu menunggui belajar sikecil, membimbingnya mengerjakan PR di sertai canda canda kecil dan sedikit nasehat bermakna buat sikecil, bersama istri menemani sikecil tidur dan membangunkannya keesokan harinya dengan kecupan sayang dan sapaan manis.
Seorang ibu yang mampu menjadi sosok teladan bagi putra putrinya, memandikan sikecil dipagi hari, menyajikan sarapan pagi buat keluarga, mengantarkan anak-anaknya kesekolah, pulang kerja tidak sampai larut malam, selalu bisa membagi waktu antara pekerjaan dan keluarga, menghargai suami dan mematuhi setiap perkataan suaminya, membimbing anak-anaknya bersikap santun kepada sesama, membimbing anak-anaknya untuk menghargai sesama manusia, dan selalu mengingatkan mereka pada sang pencipta.
Jika ayah dan ibu mampu berperan diposisinya dengan baik dan benar insyaallah akan menghasilkan anak yang baik pula, anak yang tidak hobi keluyuran, anak yang tidak hobi mabuk, dan anak yang bisa menghargai dan menghormati lawan jenisnya.
Wahai bapak dan ibu dimanapun dirimu berada, jadikan anak tetap dinomor satu. Anak butuh uang melimpah tapi anak lebih butuh kasih sayang dan perhatian dari orang tuanya sendiri, bukan dari pelukan anak orang lain.
Jadikan agama sebagai alasan untuk bersikap santun dan menghormati orang lain.
Karena baik buruknya orang tua mempunyai dampak yang besar bagi putra putrinya. Dan majunya sebuah bangsa terkait erat dengan peranan orang tua dimata anak-anaknya. 
AKU

jadikan aku seperti maumu
tapi aku bukan robot bermesin dan bertombol merah
walau aku punya hati
masihkah punya arti
kita sama sebagai manusia dengan satu makanan dan minuman
kita sama sebagai manusia dalam satu merahnya darah
tapi aku bukan dirimu
siapa aku
cuma kesetmu
cuma punya peluh berbalut mimpi akan kesuksesan
siapa aku
manusia rendah tiada punya apa apa
cuma punya kesadaran akan posisi sebenarnya dimana
cuma punya impian dan hayalan tiada berujung tiada berpangkal
jadikan aku seperti maumu
tanpa melihat dan peduli segudang mauku
karena aku, siapa aku
aku cuma gibalmu